Jurus Tingkatkan Keuntungan Laundry, Meski Harga Murah
JURAGAN LONDRY – Salah satu daya tarik jasa laundry bagi konsumen, harga yang terjangkau. Untuk tarif laundry kiloan misalnya, memang didesain untuk harga semurah mungkin dan terjangkau oleh semua kalangan. Pangsa pasarnya yang besar membuat konusmen di segmen ini menjadi target market pengusaha laundry dengan menawarkan harga murah.
Namun bermain pada tarif laundry semurah mungkin, bak makan buah simala kamah. Di lain pihak konsumen bisa membludak, di pihak lain margin yang didapat tidaklah terlalu besar. Hanya produksi secara massal yang meungkinkan penerapan tarif jasa laundry tersebut bisnis anda dapat menguntungkan.
Ingat bahwa bisnis laundry
bukanlah sosial entrepreneur atau relawan melainkan sebuah bisnis dengan
berbagai aspeknya. Tanpa untung, dipastikan bisnis laundry kita akan terancam bahkan
lebih parah, gulung tikar.
Nah untuk mensiasati kondisi dilematis sepert ini, saya mendapat tips dari salah seorang owner laundry kiloan dan cuci karpet di Kota Banjar – Jawa Barat. Namnya Bu Fitri yang membuka workshop laundry di jalan BKR No 15 Kota Banjar. Saya bertemu dengan Bu Fitri saat dia membeli Mesin Sikat Karpet yang saya jual.
Dia berbagi pengalaman dalam mengelola bisnis laundry kiloan dan cuci karpet tersebut. Salah satu cara mensiasati tarif kata Bu Fitri, dengan menerapkan subsidi silang. Untuk tarif cucian kiloan, diakuinya sangat murah, hanya Rp5000/kg. Padahal laundry yang lain sudah lebih mahal.
Untuk kualitas cucian dengan harga tersebut iapun tidak main-main, selalu berusaha memnuhi ekpektasi pelanggan. Misalnya memberikan farfum terbaik yang tahan lama serta kemasan yang menarik pula.
Apa tidak rugi bermain di harga rendah?
Bu Fitri menyebutkan, jika hanya mengambil untung dari tarif kiloan, cukup
berat dalam menjalankan bisnis laundry tersebut. Solusinya, memberlakukan
subsisi dilang.
Untuk tarif laundry kiloan memang memberlakukan tarif biasa, untuk tidak dikatkan murah. Sedangkan tarif jenis cucian seperti bedcover, selimut terutama karpet, ia memasang tarif relatif tinggi.
Alasannya, karena tidak semua orang mampu mencuci bahan yang tebal-tebal dan berat seperti bedcover, selimut atau karpet. Dengan demikian, menjatuhkan tarif agak mahal pada jenis cucian seperti itu, konsumen tetap aman.
Sementara jika menjatuhkan tarif
pada pakaian terlalu tinggi, banyak dari konsumen yang beranggapan, mencuci
merupakan pekerjaan biasa, mengapa harus membeli jasa laundry pakaian begitu
mahal? Dengan cara seperti itu menurut Bu
Fitri, dari sisi omzet dan keutungan relatif stabil. (*)
Posting Komentar untuk "Jurus Tingkatkan Keuntungan Laundry, Meski Harga Murah "
Silahkan komen dan sharing, jika dirasakan bermanfaat